Cerita Dewasa Sedarah – Ibuku yang Seksi dan Montok

Cerita Dewasa Sedarah
Cerita Dewasa Sedarah

Cerita dewasa sedarah yang saya tuliskan di bawah ini bukanlah merupakan tulisan saya sendiri, saya hanya menambahkan beberapa bagian saja dari cerita ini supaya lebih menarik untuk dibaca. Selamat membaca, dan menikmati dewasa sedarah tersebut dibawah ini.

Cerita Dewasa Sedarah – Ibuku yang Seksi dan Montok

Nama saya Rian Andrianto, kisah ini terjadi pada tahun 2010 lalu saat saya masih berstatus mahasiswa semester 3 di sebuah universitas swasta ternama di kota jogja. Saat itu saya masih berusia 20 tahun, usia dimana hasrat seksual saya sedang tinggi-tingginya. Saya anak tunggal dan itu mengapa kebutuhan akan materi saya selalu terpenuhi. Ayah saya seorang yang cukup dihormati di kampung saya di Palembang. Jabatannya sebagai lurah ditambah usaha mebelnya yang cukup sukses membuat keluarga kami bisa hidup berkecukupan.

Secara fisik, saya cukup menarik; tinggi 175cm, berat 64kg, kulit putih (berasal dari keturunan ibu saya yang orang Palembang). Meski demikian, saya terhitung ‘cupu’ dalam hal seks jika dibandingkan dengan teman teman seusia saya. Bayangkan, hingga usia 20 ‘prestasi’ terbaik saya hanya ciuman (plus sedikit grepe2) dengan salah seorang mantan saya sewaktu kelas 3 SMA. Selebihnya, jangankan ML, mendapatkan handjob saja saya belum pernah, hasrat seksual saya saat itu hanya terpenuhi lewat onani.

Awal saya memiliki ketertarikan seksual kepada ibu saya sendiri adalah saat saya menginjak kelas 1 SMA. Saya masih berusia 16, dan ibu 37 tahun. Suatu sore di hari minggu, saya hanya berdua dgn ibu di rumah, sedangkan ayah sedang menghadiri undangan peresmian gedung pertemuan di desa sebelah, saat itu saya sedang tiduran sambil membaca majalah di kamar ibu, saat tiba2 ibu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk kecil yang melilit di tubuhnya.

Cerita Dewasa Sedarah | Handuk itu hanya menutupi sebagian kecil tubuh montok dan putih ibuku. saya bisa melihat bagian atas bongkahan payudaranya dan paha mulus nya yg begitu putih dan halus. rambut dan kulitnya belum sepenuhnya kering sehingga menambah kesan seksi. pemandangan yang sontak membangkitkan naluri kelaki-lakianku. bayangkan, wanita cantik dgn tubuh montok (160cm, 52kg dgn payudara 36D) berdiri di depanku dalam keadaan setengah telanjang.

Jika diperhatikan, ibuku sangat mirip dengan artis ria irawan, ibu tidak sadar kalau saya dari tadi memperhatikan kemolekan tubuhnya. Sayang, pemandangan itu tak berlangsung lama, sesaat kemudian ibu mengambil pakaian nya dari lemari dan kembali masuk ke kamar mandi untuk berpakaian. sejak kejadian itu, cara saya memandang ibu jadi berbeda. Saya jadi sering mencuri2 pandang ke payudara, paha dan bokong ibu.

Kebiasaan ibu memakai daster tipis dan longgar kian mempermudah aksiku. hampir setiap hari saya menikmati tubuh molek ibu dan kemudian bermasturbasi. itu menjadi rutunitas hingga saya lulus SMA dan harus merantau ke pulau jawa.

Sejak kuliah, saya hanya pulang 2x dalam setahun, yakni saat libur semester dan saat lebaran, tiap kali pulang ke rumah saya selalu menyempatkan untuk melakukan rutinitas lama saya, dan saya tak pernah bosan. Kecantikan dan kemolekan ibu kian membuatku ketagihan, namun satu hal yg membuat saya penasaran, saya tidak pernah melihat ibu telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Rasa penasaran yang besar itu kadang membuatku memikirkan ide gila yakni mengintip ibu mandi. Sayang, posisi kmr mandi (di dalam kamar ibu) dan struktur bangunan di rumah saya membuat tak ada selah sedikitpun untuk bisa mengintip.

Hasrat untuk bisa melihat ibu telanjang bulatpun hanya bisa saya pendam dalam hati.

Pertengahan 2010, muncul secercah harapan, lewat bbm, ibu mengutarakan niatnya untuk berkunjung ke jogja. selama hampir 2 tahun saya kuliah, ibu dan ayah memang belum pernah berkunjung ke jogja untuk menjengukku. ibu berencana menghabiskan waktu seminggu di jogja untuk sekedar refreshing dan melepas kangen denganku. Kebetulan, ayah sedang ada tugas dinas seminggu ke lampung, itu mengapa ibu memutuskan untuk main ke jogja agar tidak kesepian di rumah.

Setelah berhasil meyakinkan ibu untuk menginap di kostku saja selama di jogja, malam itu juga saya langsung menyusun rencana.

Kostku adalah kostan eksklusif dengan fasilitas lengkap ac, springbed, tv lcd, lemari plus kamar mandi di dalamnya. agak susah menemukan celah untuk mengintip ke dalam kamar mandi di kostku karena bangunannya masih terhitung baru. Setelah memutar otak dan mengerahkan segala upaya, akhirnya saya berhasil membuat 2 lubang intip dengan 2 sudut pandang berbeda, satu di lubang kunci yang sengaja saya rusak dan satu lagi di tembok yang saya lubangi dengan bor mikro dan saya tutupi dengan sebingkai poster klub bola favorit saya: manchester united. *evil laugh*

Hari yg dinanti nantipun tiba, pukul 5 sore sepulang kuliah saya memacu mobil kesayangan ke bandara. Cuaca saat itu mendung, sesampainya di bandara, saya tak kesulitan menemukan ibu. Sosoknya memang selalu mencuri perhatian di tengah keramaian, ibu saat itu mengenakan kaos putih ketat dan skinny jeans yang membuat body semoknya tercetak sempurna, paling mencuri perhatian jelas payudaranya yang membusung, begitu indah, memenuhi kaos ketatnya dan seakan meronta minta dikeluarkan.

Ada yang baru dari penampilan ibu, ia mengecat rambutnya!. Warna rambutnya yang tadinya hitam kini sedikit coklat menyala dengan porsi yang tepat, ditambah kaca mata hitam yang diselipkan di kepalanya, ibu tampak kian seksi dan berkelas. Usai mencium tangan ibu, saya langsung menarik koper ibu dan kami langsung bergegas menuju parkiran.

Dalam perjalanan menuju ke parkiran, saya tak bisa fokus memperhatikan payudara ibu yang naik turun seiring langkah kakinya. Kadang saya membiarkan ibu berjalan sedikit di depan agar saya bisa melihat bongkahan bokongnya yang indah. Saya sendiri heran, bagaimana bisa ibu yang sudah berusia kepala empat masih memiliki badan yang begitu indahnya. Memasuki area parkir, hujan tiba2 turun dgn derasnya, letak mobil yang masih cukup jauh memaksa kami harus berlari.

Sesampainya di mobil, mataku langsung tertuju pada payudara ibu. Kaos putih nya yang tipis basah terkena hujan dan menjadi transparan. Saya bisa melihat dengan cukup jelas bongkahan daging payudaranya yang terbungkus BH hitam. Ibu sempat memergokiku melirik payudaranya, namun tampaknya ia tidak menaruh rasa curiga kepadaku. Mungkin baginya, i’m still her little spoiled boy.

di mobil, kamipun berbincang2…
di mobil, kamipun berbincang2…
“Jogja emang lagi sering ujan gini, Yan?”
“Iya bu, klo udah ujan gini biasanya awet. bikin malas kuliah. hehe”
“yeee dasar kamu alasan aja!. udah dibeliin mobil, hujan harusnya bukan alasan biar bisa bolos kuliah!”
“hehe… becanda buuu. rian rajin kok kuliahnya. yaa bolos sekali dua kali mah masih wajar”
“dasar kamu!. itu AC-nya dimatiin aja Yan, ibu menggigil nih. kostmu ada water heaternya kan? ibu mau langsung mandi habis ini.”
dalam hati saya bersorak. yes, ga butuh waktu lama untuk langsung bisa menikmati pemandangan tubuh ibu.
“iya bu, ada. nanti habis mandi istirahat dulu aja, malamnya baru deh kita jalan2.”

Cerita Dewasa Sedarah | Sampailah kami di kost, masuk ke kamar, tanpa banyak bicara ibu langsung mengambil beberapa helai pakaian dan handuk dari kopernya dan langsung masuk ke kamar mandi. Saya pun langsung ambil kuda kuda untuk mengintip. Saya deg degan dan gemetar karena ini adalah percobaan pertama saya mengintip mama mandi. Perlahan saya rapatkan mata kanan saya ke lubang kunci dan nafas saya terasa mulai sesak… sedetik kemudian, apa yang saya saksikan sungguh sangat menakjubkan. Tubuh ibu tanpa sehelai benangpun yang selama ini hanya bisa saya bayangkan kini terpampang begitu jelas hanya sekitar 2 meter dari bola mata saya. Posisi ibu membelakangiku, saya bisa melihat dengan jelas kulitnya yang putih mulus, sangat putih!, bodinya montok (bukan gemuk), mataku begitu fokus mengamati setiap lekuk tubuh ibuku, pandanganku kemudian terhenti di bagian bokong ibuku. Bokongnya sangat besar dan membulat, agak berlemak tapi tidak kendor.

Setahuku, ibuku aktif mengikuti senam aerobik di palembang, mungkin itu kenapa badannya masih sangat bagus. nafasku kian sesak begitu ibu berbalik arah (kini menghadap saya). Payudaranya sangat besar. selama ini, setiap saya bermasturbasi, saya tak pernah membayangkan payudara ibu sebesar itu. memang sudah agak turun dan kendor, tapi justru saya menyukai bentuk yang seperti itu. Payudaranya putih mulus dengan urat2 berwarna hijau. Putingnya berwarna coklat muda dan berdiameter cukup besar. Ingin rasa menyentuhnya saat itu, tapi bisa melihatnya saja saya sudah sangat bersyukur. Kuturunkan celana pendekku, dan juniorku pun sudah tegang sempurna. Mulai kukocok sambil terus memandangi ibu yang sedang menyabuni seluruh tubuhnya. Busa sabun yg terkena guyuran air dari shower membuat kulit mulusnya tampak bercahaya.

Sungguh pemandangan yang luar biasa. Sekitar 10 menit aku mengintip ibu dan air maniku pun tumpah di keset depan pintu kamar mandi. keset itu lalu saya balik agar tidak ketahuan ibu, lalu saya pura-pura tiduran di ranjang.

Ibu keluar kamar mandi tanpa sedikitpun rasa curiga. Ia sudah berganti pakaian, memakai daster longgar favoritnya. Ini benar-benar hari keberuntunganku, karena setelah kuperhatikan, tampak jelas bahwa ibu tidak memakai BH di balik daster tipisnya. Pemandangan itu membuat naluri kelaki-lakianku bangkit lagi. Junior pun perlahan menegang. Rambut ibu yang masih agak basah, wajah cantik tanpa balutan make up, serta siluet body bohaynya yang sesekali terlihat menerawang di balik daster tipisnya, benar-benar berhasil membuat sesak nafasku. Tiba tiba ibu memecah keheningan.
“yan, ibu mau solat. mau bareng ga?”
“boleh bu…”

Usai solat magrib, kami bersantai, ngobrol sambil rebahan di atas ranjang. saya sudah berganti pakaian, memakai kaos dan celana boxer pendek (tanpa CD). ternyata, itu bukan pilihan yg bijak.

Bagaimana tidak, dengan adanya ibu di atas kasur berukuran singel ini, jelas juniorku tidak bisa tidur nyenyak. Ia akan begitu mudahnya berdiri tegak setiap bagian tubuhku menyentuh kulit mulus ibu ataupun saat indra penglihatanku berhasil menangkap objek indah berupa paha mulus ibu saat dasternya tersingkap, kurasa hanya tinggal menunggu waktu ibu melihat juniorku ngaceng. Situasi itu membuatku deg degan dan salah tingkah.

Saya berusaha menyembunyikan kebenaran dengan menutupinya memakai bantal. Terkadang saya berbalik membelakangi ibu sambil main hape. Kami ngobrol ngalor ngidul selama kurang lebih satu jam. Selama itu pula saya mati matian berusaha agar ibu tak melihat juniorku yang berdiri tegap. Jam 7 malam, kami memutuskan untuk keluar menikmati suasana malam kota jogja.

Tiga hari sudah ibu di jogja, selama tiga hari itu entah sudah berapa kali saya onani dengan ibu sebagai objeknya. sampai suatu malam, muncul niatan gila saya untuk bertindak lebih jauh. Tiga malam tidur bersama ibu, muncul rasa penasaran untuk bisa menyentuh paha, tetek dan bokong ibu. Malam itu ibu memakai tanktop dan hotpants yang sangat pendek. Pukul 11 malam ibu sudah terlelap. Lampu masih menyala, karena saat itu saya masih asik membaca. saya sengaja membiarkan lampu menyala agar bisa menikmati pemandangan tetek ibu yang nyaris keluar dari tanktopnya saat posisi ibu miring ke arahku. Saya lalu berbaring di sebelah ibu, hanya berjarak kurang dari sejengkal. Jantungku mulai deg degan, kugerakkan tangan kananku sedekat mungkin dengan tetek ibu, ujung jariku kini hanya berjarak kurang dari 2 senti dari tetek ibu. Saya berharap saat ibu bergerak sedikit, teteknya akan menyentuh jariku, dan benar saja, saat bergerak membenarkan posisi tidurnya, ibu bergerak sedikit ke arahku dan tersentuhlah daging kenyal mulus itu. Sambil gemetar, kugerak gerakkan ujung jariku tepat di belahan tetek ibu. Begitu perlahan karena saya takut ibu terbangun. Benar benar sensasi yang luar biasa.

Beberapa menit kemudian, tiba tiba ibu terbangun. Sayapun spontan menarik tangan dan pura-pura tidur. Ternyata ibu bangun untuk mematikan lampu. Ibu lalu kembali ke tempat tidur dan kali ini posisinya membelakangiku, di kegelapan kuberanikan diri merapat ke arah ibu hingga lututku menyentuh bagian belakang paha ibu. Tak ada reaksi dari ibu, mungkin ibu fikir saya benar-benar tertidur lelap dan bergerak hanya untuk membenarkan posisi tidur. Saya pun kian nekat. Entah setan apa yang merasukiku malam itu. saya tak peduli apapun yang akan terjadi. Nafsuku sudah diubun ubun, saya bergerak maju lagi. Juniorku yang sudah mengeras ketempelkan ke pantat ibu. Tangan kananku kugerakkan ke pinggul ibu. Kini posisiku seakan ingin menyodomi ibu dari belakang. Spontan, ibu mulai merespon, kurasakan pantatnya bergerak sedikit maju menjauhi si junior. Meski demikian, setan di kepalaku berbisik untuk melanjutkan aksiku. Saya tak tahu aksiku ini akan berujung apa. Bisa jadi ibu akan sangat marah padaku, tapi saya sudah tidak peduli. Saya benar benar ingin merasakan kenikmatan tubuh ibu saat itu. Sudah tak ada logika di titik itu, yang ada hanyalah nafsu birahi. Kurapatkan tubuhku ke tubuh ibu. Kudekap ibu dari belakang, juniorku menempel tepat di belahan pantat ibu, tangan kananku menempel di tetek kanan ibu. Dari gesturnya, jelas ibu mulai risih. Saya tak peduli.
“yan, agak geser dong. ibu kesempitan nih”
“rian mau peluk ibu, sudah lama ga peluk ibu kayak gini”
“iyaaa tapi geseran dikit yaa. ibu hampir nyium tembok nih”
saya tak merespon kalimat ibu. Tak sedikitpun saya bergeser.
“yaaan… kok kamu jadi manja gini toh nak. Masa udah besar kayak gini, itu burungnya udah keras. Malu dong ah… geser ya nak yaa” ibu meminta dengan sangat halus.

Bukannya menuruti permintaan ibu, saya malah makin nekat, tangan kananku yang tadinya hanya menempel pasif di tetek ibu, kini mulai meremas tetak ibu. Sensasi yg luar biasa, tetek besar ibu yg dulu ini hanya bisa saya bayangkan kini bisa kuremas. Begitu kenyal, telapak tanganku tak cukup besar untuk bisa menjangkau seluruh bagian tetek ibu. sementara itu, di bawah juniorku juga bekerja. Kugesek-gesekkan dengan halus adik kecil ku itu di bokong montok ibu yang dilapisi hotpants berbahan tipis. Tak lama, ibu mulai berontak. Ia bangun dari posisi tidurnya, berdiri dan menyalakan lampu. Jantungku serasa mau copot. tampaknya, ibu marah besar.
“yan!! kenapa kamu nak!. kok ibu sendiri kamu perlakukan kayak gitu!!” ibu memarahiku. Ekspresi wajahnya menunjukkan rasa marah bercampur heran.
“maaf bu. rian gak tahan…” jawabku, sambil menunduk. saya tak berani menatap wajah ibu.

“gak tahan terhadap apa?! aku ini ibumu nak! astaghfirullah! nyebut kamu nak! nyebut!”
perang batin berkecamuk seketika saat itu. anehnya, perang batin yang terjadi adalah antara setan dengan setan lainnya. Setan 1 menggodaku untuk memperkosa ibu, sedangkan setan 2, ia memerintahku untuk memohon-mohon kepada ibu agar mau menuruti nafsu birahiku. Cukup lama saya terdiam. berfikir. Kulirik ibu, tampak ia sedang menangis sambil menatapku dan menutupi bagian dadanya dengan bantal. Sementara itu, perang batin dimenangkan oleh setan 2. Saya akan memohon pada ibu. Bagaimanapun, saya harus bisa merasakan tubuh ibu malam ini.

“bu… maafkan rian bu, tapi rian sudah dewasa. rian gak tahan ngelihat tubuh ibu setiap hari. rian laki-laki normal bu.”
“kamu sudah kelewatan nak!.” jawab ibu
“bu, rian mohon bu. izinkan rian untuk netek sama ibu malam ini saja. rian gak tahan bu. kasihani rian bu…”
Ibu hanya diam, ia tidak bergerak dari posisinya di ujung tempat tidur. hening. lalu ibu berkata: “setan apa yang merasukimu nak”
“bu, tolong bu. malam ini saja.” paksaku, dengan nada memohon.
hening. Sekitar 5 menit kami terdiam. tiba tiba ibu bersuara. “malam ini saja ya nak.”
setan di kepalaku bersorak girang. juniorku yang tadinya sudah mulai tertidur, langsung terbangun sontak begitu ibu mengeluarkan kalimat tadi.
“tapi ibu gak ngizinkan kamu buat netek. itu kejauhan nak! dosa!. ibu hanya kasihan sama kamu. Ibu mengizinkan kamu buat ngocok. Nanti ibu bantu, tapi ga ada sentuhan ya!. ibu ga mau kebablasan.”
“iya bu…”

Sudah tak ada rasa malu yang kurasa saat itu. Saya hanya mengikuti nafsu birahi, langsung kukeluarkan juniorku yang sudah mengeras maksimal. Kukocok perlahan sambil menikmati pemandangan tubuh ibu. Sementara itu, diujung tempat tidur, hanya berjarak 1 meter dariku, ibu tampak berat hati membuka bajunya. Begitu perlahan ibu menaikkan tanktopnya. Saya terus mengocok dengan lembut. Teteknya sudah terlihat. oh tuhan, indahnya!. sangat besar!.

Ibu tidak melepaskan tanktopnya. tanktopnya hanya dinaikkan ke atas sampai teteknya terlihat. Saya ingin lebih!
“dilepas saja bu, please. buat ini cepat selesai bu! bantu rian bu…”
tanpa kata, ibu menuruti permintaanku. dilepaskannya tanktop putih itu. Nafsuku kian membara, nafasku kian sesak, degub jantungku makin kencang, seiring kocokanku yg semakin cepat.
“berdiri dong bu. rian mau lihat badan ibu semuanya”
“cukup nak. gak usaha aneh aneh ya. ini aja sudah kelewat batas.”
“bu… tolong bu. bantu rian bu. makin ibu nurutin kemauan rian, ini makin cepat bu. please”

Ibupun perlahan beranjak dari tempat tidur. Ibu berdiri dan seakan pasrah mataku menjelajahi tubuhnya. Ibu hanya diam, tak puas memandang ibu dari jarak 2 meter, sayapun mendekat. mimik wajah ibu tampak ketakutan saat saya mendekat.
“gak usah dekat dekat nak. disitu aja.”
saya tak mempedulikan ibu, kini saya hanya hanya berjarak dua jengkal dari ibu, tanganku bergetar. Ingin sekali rasanya meremas tetek ibu. dan ya, saya melakukannya!.
ibu menutup mata. “jangan nak! keterlaluan kamu!”
Saya tak berhenti, bahkan aksiku makin nekat,kujilati tetek ibu, kuhisap putingnya yang mengeras. Ibu hanya diam sambil menutup mata. Ibu menggigit bibir bawahnya, ciri khas wanita saat menahan rangsangan, sesekali tangannya coba menjauhkan kepalaku dari tubuhnya, tapi saya tak menyerah.

Kuturunkan kepalaku, kujilati paha mulus ibu yang dihiasi bulu bulu tipis, pahanya putih sekali! tampak ibu bergetar saat jilatanku kian dekat ke selangkangannya. Sekitar 5 menit saya menjilati hampir seluruh bagian tubuh ibu (kecuali mekinya yang masih tertutup hotpants). Saya mulai merasakan pergerakan air mani di tubuh si junior. Kupelankan kocokanku. “bu, ini gak keluar2. Pakai mulut ya bu, biar cepet.” jelas saya berbohong. Kenyataannya, hanya sedikit kocokan lagi, air maniku sudah akan muncrat.
Beruntung, ibu menuruti kemauanku. tampaknya, ibu sudah capek melawan. ibu berlutut di hadapnku, kini wajah ibu berada tepat di depan si junior, digenggamnya kontiku, dikocok sedikit, lalu dimasukkan ke dalam mulutnya. enak sekali. Cukup cepat ibu mengeluar-masukkan kontiku ke mulutnya. tak sampai 1 menit,
maniku mulai terasa akan keluar. kubiarkan ibuku mengulum si junior tanpa tau kalau maniku sudah di ujung dan siap menyemprot keluar. 3… 2… 1… dan crottttt!! banyak sekali maniku tumpah di dalam mulut ibu. Begitu semburan pertama terasa di mulutnya, ibu langsung reflek mengeluarkan si junior dari mulutnya dan melanjutkan dengan kocokan cepat hingga sisa air maniku tumpah di teteknya.

Ibu langsung lari ke kamar mandi, bersih-bersih, dan kembali ke tempat tidur dengan tanktopnya kembali dipakai.

“kelewatan kamu nak. bapakmu aja tidak pernah melakukan ini.”
“iya bu, maaf ya bu. rian salah.” hanya itu kata yang keluar dari mulutku. Kamipun tidur dengan posisi berlawanan arah. diam. hening.
Keesokan harinya pagi pagi buta ibu pulang ke palembang, tak sabar hati rasanya untuk segera menyambut liburan semester dan kembali bertemu ibu, sekaligus memulai babak baru hubunganku dengan ibuku.

Beberapa bulan kemudian akupun libur semester pendek kira kira selama beberapa hari, dan betapa bahagianya aku kembali bertemu ibuku. Saat aku tiba di rumah ibu menyambutku dengan memakai kaos berwarna biru muda, dan rok berwarna hitam. Ibu memelukku erat sekali melepaskan rasa rindu yang tertahan selama ini.

Kami berdua lalu duduk di kursi dan ngobrol ngalor ngidul, lalu aku bertanya ayah kemana kok tidak kelihatan.
Ibuku menjawab:” yan, ayahmu ada tugas selama 3 bulan di kalimantan, dan ayahmu berpesan pada ibu agar kamu menjaga ibu selama ayah bertugas.”

Spontan dalam hati aku bergembira, itu berarti aku dapat melaksanakan rencanaku untuk menikmati tubuh ibu kandungku yang tertunda di kamar kostku beberapa bulan lalu.
Ibu lalu membawakan barang barangku ke kamarku dan meletakannya di sisi ranjang, tak lupa memintaku untuk menata pakaianku di lemari. Setelah itu ibu pergi ke dapur meninggalkanku sendiri di kamar. Aku lalu bergegas mengganti baju hem dan celana lengan panjang yang kukenakan, kemudian segera mandi.

Di kamar mandi aku teringat kejadian saat di jogja lalu, yang membuat penisku menegang. Kurasa aku benar-benar butuh bantuan ibuku sekarang ini.
Selesai mandi akupun berganti kaos dan hanya memakai celana boxer, lalu kucari ibuku, ternyata ibu sedang memasak di dapur.

Cerita Dewasa Sedarah | Aku lalu memeluk ibuku dari belakang dengan tiba-tiba, sambil kedua tanganku kutangkupkan pada payudara ibuku. Ibuku diam saja tidak bereaksi apapun, lalu aku semakin nekat tangan kiriku menurunkan celana boxerku ini dan penisku yang tegang kugesekkan pada bongkahan pantat ibu. Ibuku hanya sedikit berdehem, dan melenguh. Lalu ibu tiba-tiba berkata:” mau apa kamu nak, ingat aku ini ibumu lho”. Oh Riska Damayanti, aku ingin seperti saat di kost kemarin bu. Sengaja aku memanggil ibuku dengan namanya, agar ibu tahu betapa aku ingin memilikinya.

Ibuku menjawab:” sudah cukup nak, ibu tidak ingin mengulangi perbuatan bejat itu lagi, atau ibu akan melaporkanmu ke ayahmu, dan kenapa kamu panggil ibu dengan nama ibu saja, kamu benar benar kurang ajar nak”, tangan ibu mencoba menampar wajahku.
Aku beranikan diri untuk menjawab ibuku: “tampar bu tampar yan sepuas ibu, atau bunuh saja rian sekalian. Rian rela mati asalkan ibu menjadi milik rian.”
Ibuku kaget mendengar kata-kataku, dan menjawab; “baiklah ibu akan turuti semua permintaan rian, asalkan rian tidak bunuh diri, ibu sangat mencintaimu nak.” Ibu berkata demikian sambil air mata terurai di pipinya.

Beberapa saat kemudian ibuku lalu membuka kaosnya, dan roknyapun dipelorotkan, sehingga kini ibuku hanya memakai bh dan celana dalam berwarna krem. Tampak teteknya menyembul dari balik bh nya yang berukuran 36 D itu.
Ibu lalu berkata: “nak ini dosa nak, dosa besar, ibu pasti masuk neraka setelah ini, namun demi rasa cinta ibu yang tulus padamu ibu rela melakukan ini yan.”kata ibuku.

Ibu cuma minta satu hal sama kamu, setelah ini kamu harus berjanji tidak akan pernah mencintai wanita lain selain ibu, begitupun ibu berjanji padamu nak sejak hari ini tubuh ibu hanya milikmu saja, nanti sepulang ayahmu dari kalimantan ibu akan ajukan gugatan cerai dengan alasan ayahmu tidak memberikan ibu nafkah batin selama beberapa bulan ini.

Sanggupkah kamu memenuhi permintaan ibumu ini yan??
Spontan kujawab: “sanggup bu, yan akan memenuhi permintaan ibu ini, jujur karena hanya ibu satu satunya wanita yang rian cintai, mulai sekarang rian akan menjadi suami yang bertanggungjawab bagi ibu.”

Baguslah kalau kamu sanggup, sekarang kemarilah nak, mendekat pada ibumu ini yang melahirkanmu, jujur saat di kamar kostmu ketika di jogja itu sebenarnya ibupun ingin bercinta denganmu, namun ibu tidak mau merusak masa depanmu.

Sekarang setelah ibu tahu bahwa kamupun mencintai ibu, ibu ingin kamu menyerahkan keperjakaanmu pada ibu.

Apakah kamu sudah siap yan, sambil ibu perlahan mendekatiku dan tangannya mengocok kontolku yang semakin tegang.
Riska, ku akan menyerahkan keperjakaanku ini untukmu, dan menjadikanmu istriku sekaligus ibu dari anak-anakku jawabku pada ibuku.

Oh riska benar-benar terharu mas, ibuku memanggilku mas sejak hari itu, riska mohon segera nikahi riska secara resmi iya mas rian rajuk ibuku manja dan penuh harap.

Tangan ibuku terus mengocok kontolku yang semakin tegang ini, dan kucoba untuk mengimbanginya dengan mengarahkan tangan kananku dan kuletakkan pada bagian tengah celana dalam ibuku, dan mulai kugosokkan memutar dan maju mundur secara teratur, dapat kurasakan kalau celana dalam ibuku sudah mulai basah, sesekali kucolokkan jariku tepat pada celah masuk memek ibuku. Kontan saja tubuh ibuku menggeliat seperti cacing kepanasan. Mata ibuku terlihat sayu menahan birahinya, dan sesekali ibu juga menggigigit bibir bawahnya menandakan birahi ibu telah mencapai puncaknya.

Ibuku lalu tiba-tiba menghentikan kocokannya pada kontolku, dan berkata: “rian anakku sekarang sudah saatnya bagimu menyerahkan keperjakaanmu pada ibu, kamu sudah siapkan?” Sengaja tidak kuhiraukan perkataan ibuku ini dan terus kukocok bagian tengah celana dalam ibuku, dan kurasakan memek ibuku benar-benar semakin basah, bahkan cenderung bertambah lengket dengan keluarnya lendir dari dalam vagina ibuku yang membasahi celana dalamnya. Aku melakukan ini agar ibu benar-benar terangsang, dan rela kusetubuhi dengan senang hati.

Setelah kurasakan vagina ibuku benar-benar telah basah, dan becek, yang dapat kulihat jelas bagian memeknya tercetak jelas dari luar celana dalam, dengan kulirikkan mataku pada celana dalam ibuku, nyata sekali kalau ibu sudah benar-benar ingin, dan tidak tahan untuk kusetubuhi.

Sesudah hampir 5 menit kugosok gosok bagian tengah celana dalam ibuku, sejurus kemudian lalu kujawab pertanyaan ibu tadi: “bu, sebentar lagi rian akan mengakhiri keperjakaan rian ini di liang vaginamu riska sayangku, impian yang sudah selama beberapa tahun ini rian impikan riska ibuku, apakah riska sudah benar-benar rela untuk menerimaku rian anakmu ini sebagai suami, dan sekaligus ayah dari anak-anak kita kelak?”

Ibuku lalu duduk di lantai, dan menatap wajahku lekat-lekat, kedua mata kamipun saling beradu. Dapat kulihat dari sorot mata ibuku bahwa ibu benar-benar mencintaiku, dan tak ingin kehilanganku.

Ibuku lalu berkata; “nak, kamu tidak usah meragukan kesungguhanku ini, riska sudah berjanji semenjak sekarang, riska bukan lagi hanya ibumu semata, melainkan riska ini sudah menjadi istrimu mas rian, dan siap untuk menjadi ibu dari anak-anakmu.”

Jujur nak, sebenarnya ibu sudah lama mengetahui tentang ketertarikanmu padaku ini anakku sayang, sejak kamu kelas 1 SMA dulu, ketika ibu akan mandi dan hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh ibu ini, ibu tahu diam-diam kamu memperhatikan tubuh ibu ini dari kejauhan.

Semenjak saat itu ibu selalu berusaha untuk menggodamu dengan sengaja ibu mengenakan pakaian yang sexy untuk menarik perhatianmu, kadang-kadang saat kamu tidur ibu diam-diam masuk ke kamarmu nak, dan kamu sering mengigau dalam tidurmu bahwa kamu ingin berbuat mesum pada ibumu ini dengan mengintip ibu mandi. Saat mendengar hal itu sebenarnya ibu marah, namun disisi lain ketika ibu menatap celana dalammu, dan melihat burungmu yang menonjol, gairah ibu ini sebagai seorang wanita ini tiba-tiba bangkit.

Perlu kamu ketahui nak ibu sudah lama tidak pernah bersetubuh dengan ayahmu ini. Ayahmu terlalu sibuk dengan pekerjaannya, saat ibu mengajaknya untuk bercinta ayahmu selalu saja bilang “dik, aku capek, dan lelah mau tidur, lain kali saja iya bercintanya.” Ibu benar-benar kecewa dengan sikap ayahmu ini yang berubah luar biasa.

Kali terakhir ibu berhubungan badan, dan bermain cinta dengan ayahmu ibu benar-benar tidak puas nak, sebab ayahmu sudah menembakkan spermanya dulu di dalam rahim ibu ini, padahal ibu masih belum mencapai klimaks. Ayahmu itu jarang sekali memberikan rangsangan pada ibu ketika akan bercinta nak.

Awalnya ibu tidak pernah mempermasalahkan hal ini, dan ibu jujur ibu memang tidak pernah melakukan oral sex selama ibu menjadi istri ayahmu. Ibu benar-benar marah saat di kamar kostmu di jogja beberapa waktu yang lalu, karena menurut ibu kamu benar-benar telah kurang ajar, meminta ibumu ini untuk menghisap penismu. Namun setelah pulang dari jogja ibu menyadari bahwa selama ini ibu hanya mengerti gaya konvensional dalam bercinta, dan sebelum kepulanganmu ini, bulan lalu ibu menyempatkan untuk membeli buku “cara, dan tekhnik memuaskan suami dalam bercinta.” Ibu sudah sempat mempelajarinya selama beberapa bab, dan ingin ibu praktekkan denganmu rian anakku saat kamu pulang ke palembang nanti.

Kamu tidak usah khawatir nak, kepulanganmu kali ini benar-benar adalah sesuatu yang telah ibu nanti-nantikan sejak lama. Ibu benar-benar sudah tidak sabar untuk memberikan cinta ibu sepenuhnya padamu nak, dan menjadi satu-satunya wanita yang kamu cintai dalam hidupmu.

Ibu tidak akan membiarkan wanita lain untuk memilikimu nak, mungkin ibu memang egois atau gila nak, tetapi ibu pernah membaca sebuah surat dalam kitab suci agama kita ini, bahwa seorang ibu mempunyai hak sepenuhnya terhadap anak laki-lakinya, bahkan seorang laki-laki itu mempunyai kewajiban lebih utama untuk berbakti seumur hidupnya pada ibunya, karena itu ibu lalu berpikir kenapa tidak sekalian saja kalau aku menjadi istri untukmu rian anakku, toh dengan demikian kamu akan terus dapat berbakti padaku ibumu ini.

Ibu bukannya tidak mencintai ayahmu, dan tidak senang dengan perkembangan usaha meubelnya yang kini berkembang pesat, bahkan sebaliknya ibu benar-benar merasa bahagia dengan kemajuan usaha ayahmu ini nak, akan tetapi kabar yang ibu terima dari salah seorang teman ibu ini, ayahmu telah menikah lagi dengan wanita lain di kalimantan, hal ini benar-benar telah membuat hati ibu hancur rian, sungguh teganya ayahmu mengkhianati ibu ini, dan mencampakkan ibu. Selama ini ibu sengaja tidak bercerita padamu nak, sebab ibu berusaha untuk menyelidiki kebenaran berita yang ibu dapat dari teman ibu.

Alangkah kecewanya hati ibu, dan hancurnya perasaan ibu setelah tanpa sengaja sebulan setelah kepulangan ibu dari jogja itu, ternyata ada telepon masuk di handphone ayahmu, dan saat ibu angkat ternyata yang berbicara di ujung seberang adalah istri kedua ayahmu ini, kontan saja setelah menerima telepon dari perempuan itu, ibu langsung membuka handphone ayahmu tanpa seizin terlebih dulu darinya, dan ibu sangat terkejut ternyata saat ibu berangkat untuk menjengukmu di jogja, diam-diam ayahmu menikah dengan wanita lain, yang ibu ketahui dari foto-foto yang ada pada galeri foto handphone ayahmu.

Dua minggu sebelum kepulanganmu ini, tepatnya tanggal 3-Maret-2011 yang lalu ibu sempat bertengkar hebat dengan ayahmu, dan ibu meminta ayahmu untuk menceraikan ibu ini. Ayahmu menyetujui permintaan ibu, dan tanggal 7-Maret-2011 yang lalu telah diadakan sidang gugatan cerai yang pertama. Ibu sengaja tidak mengabarimu, dan berbohong ibu akan mengajukan gugatan cerai pada ayahmu sepulang ayahmu dari kalimantan, padahal kenyataan yang terjadi tepat sehari sebelum kepulanganmu tanggal 16-Maret-2011 yang lalu ibu sudah resmi berstatus janda nak. Ketika kamu menanyakan kemana ayahmu, saat itu ibu menjawab ayahmu ada keperluan di kalimantan untuk mengurusi urusan bisnisnya, namun kenyataannya ayahmu memang telah memutuskan untuk menceraikan ibu, dan lebih memilih untuk tinggal bersama istri mudanya di kalimantan semenjak 3 bulan ini.

Percuma saja selama ini ibu berusaha mati-matian untuk menjaga kesucian ibu ini, dan tidak mengkhianati ayahmu, walaupun ibu pernah terbersit pikiran untuk bersetubuh denganmu rian, namun pikiran itu segera ibu buang jauh-jauh, sebab ibu berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga ibu, dan ayah.

Cerita Dewasa Sedarah | Bahkan jujur ibu akui saat kamu memeluk, dan mendekap ibu ini erat-erat di kamar kostmu, lalu kamu gesekkan burungmu itu di bongkahan pantat ibu, ibu sebenarnya terangsang nak, dan saat kamu ingin melakukan hal yang lebih jauh denganku ini, saat itu ibu mengetahui bahwa kamu benar-benar ingin bercinta denganku ibumu ini, dan memilikiku. Walaupun ibu saat itu terpaksa untuk melepas pakaian ibu ini di kamar kostmu, dan lalu menghisap kontolmu, ibu sebenarnya telah sangat terangsang, mungkin kamu juga mengetahuinya dengan desah nafas ibu ini yang memberat, dan gigitan ibu pada bagian bawah bibir ibu ini, akan tetapi saat kamu meminta hal yang lebih jauh untuk menyetubuhi ibu ini, ibu menolak dengan keras, karena ibu memang berusaha mati-matian untuk menjaga kesucian ibu ini.

Sekarang ibu sudah siap untuk menyerahkan cinta ibu sepenuhnya untukmu anakku, dan sekaligus menjadi istrimu juga, satu-satunya wanita yang akan kamu cintai selama hidupmu ini rian anakku. Nah sebelum kita memulai persetubuhan terlarang ini, kamu tunggu disini sebentar anakku, ibu akan menelepon kakekmu, dan meminta restu darinya, kamu tunggu saja di kamarmu rian anakku sayang.

Akupun segera bergegas menuju kamarku begitu mendapatkan perintah dari ibuku dalam keadaan masih tanpa memakai celana pendek, dan kondisi penisku sendiri memang masih sedikit tegang dibandingkan tadi. Tak lupa kubawa celana pendekku ini, dan lalu berjalan menuju kamarku ini. Namun ketika tinggal 2 langkah lagi aku sampai di kamarku, tiba-tiba ibu memanggilku. Spontan kuhentikan langkahku ini, dan kulihat ibu berjalan menghampiriku, lalu berkata; “Yan, ibu baru saja hendak menelepon kakekmu, tiba-tiba ibu berubah pikiran, lebih baik nanti kita bercinta di kamar riska saja mas, di atas ranjang tempat biasanya aku dan ayahmu bercinta, kamu setuju kan anakku sayang?” Aku tak menjawab pertanyaan ibuku itu, hanya kuanggukkan kepalaku tanda setuju, dan langkahkupun kulanjutkan menuju kamar orang tuaku ini, yang kebetulan letaknya berhadap-hadapan dengan kamarku ini.

Sesampainya di kamar orang tuaku aku langsung melepas kaos, dan kaos dalam yang masih kupakai ini, sehingga kini aku benar-benar dalam keadaan telanjang bulat. Sambil menunggu ibuku yang masih menelepon kakek, kurebahkan tubuhku ini di atas ranjang, dan kembali pikiranku teringat akan kejadian beberapa bulan yang lalu di jogja, tanpa kusadari tangan kananku mulai mengocok kontolku naik turun, dan penisku yang tadinya sudah agak sedikit lemas, kini menjadi bangkit, dan tegang lagi.

Aku lalu berkata pada penisku ini; “juniorku, sabar iya sebentar lagi kamu akan memasuki liang memek yang selama ini kamu impikan, liang vagina yang juga telah melahirkanmu ke dunia ini, liang memek ibu kandungku, dan kamu juga akan menikmati jepitan, dan remasan dari memek riska seumur hidupmu ini, kamu bahagiakan juniorku?” Kulihat penisku mengangguk tanda setuju, dan sambil kukocok penisku ini aku panggil-panggil ibuku; “riska damayantiku sayang, segeralah kemari dek, penisku sudah tidak tahan untuk merasakan jepitan vaginamu ibuku sayang, dan kulepaskan perjakaku ini di liang vagina yang sama dengan liang yang membawaku lahir ke dunia ini, lubang memekmu itu riska.” Sengaja kukeraskan suaraku ini agar ibuku dapat mendengarnya, dan segera mengakhiri pembicaraannya di telepon dengan kakekku.

Selang 15 menit kemudian, ibukupun akhirnya masuk ke kamarnya untuk menemuiku. Alangkah terkejutnya aku saat melihat ibuku telah berganti pakaian, dan kini mengenakan gaun tidur berwarna putih transparan, dan dapat kulihat dengan jelas bahwa di balik gaun tidurnya itu ibuku tidak mengenakan pakaian dalam alias sudah telanjang bugil. Sehingga terlihat jelas bongkahan tetek ibuku yang besar, dan gundukan memek ibuku yang tembem, dan ditumbuhi sedikit rambut kemaluan dari luar gaun tidur yang dikenakannya itu.

Ibuku lalu merebahkan kepala di sampingku, namun tak berapa lama kemudian ibu kembali bangun, lalu aku bertanya pada ibuku; “riska ibuku, ada apa kok tiba-tiba bangun lagi sayangku?”. Riska kelupaan mengunci pintu depan mas rian, tadi saat kamu datang, riska buru-buru untuk menyambutmu mas rian, anakku yang juga suamiku tercinta.

Setelah itu riska tadi bergegas ke dapur untuk memasakkanmu nak, namun riska lupa ternyata riska belum mengunci pintu depan mas yan, riska kunci dulu iya pintu depannya suamiku sayang, agar tidak ada tamu yang tiba-tiba masuk.

Baiklah riskaku sayang, ibuku yang juga istriku segeralah kamu kunci pintu depan, dan bergegaslah berbaring di sebelahku ini, aku sudah tidak tahan ingin segera menyetubuhimu, dan memasukkan burungku ini ke dalam sangkarnya, liang senggamamu itu ibuku sayang.

Iyaa mas, riska akan secepatnya mengunci pintu depan, dan kembali ke kamar, sebab riskapun juga sudah tidak tahan ingin mengambil perjakamu itu mas rian, dan merasakan sodokan batang kejantananmu itu di dalam liang peranakan riska ini anakku sayang sambil matanya dikerlingkan atau dikedipkan nakal padaku.

Setelah berkata demikian, ibuku lalu melangkahkan kakinya keluar kamar, dan segera mengunci pintu depan.

Beberapa menit kemudian ibuku lalu kembali ke kamarnya, dan lalu kepalanya direbahkan di sebelahku ini. Ibuku lalu membelai belai kepalaku ini, dan tangan kirinya membelai penisku yang telah mengeras.

Sambil tiduran ibu lalu bercerita bahwa ibu telah mendapatkan restu dari kakek untuk menikah denganku. Ibu berkata: “Rian anakku, dek Riska telah mendapatkan restu dari kakekmu yang juga akan menjadi ayah mertuamu untuk menikah denganmu mas!!!” Lho kok bisa ibu mendapatkan restu dari kakek agar kita berdua menikah secara resmi sayangku? tanyaku pada ibuku. Bisa donk mas rian anakku tercinta, awalnya kakekmu kaget mendengar ibu meminta izin darinya untuk menikah lagi.

Kakek sempat menanyakan siapakah laki-laki yang beruntung yang akan menikahimu untuk kedua kalinya nduk? Ibu menjawab: “laki-laki yang beruntung yang akan menikahiku ini tak lain, dan tak bukan adalah anak laki-lakiku, yang juga cucu kandung bapak, mas Rian Andrianto pak.” Kakek sempat terkejut mendengar jawaban ibu ini nak: “hah yang benar saja nduk, kamu akan menikah dengan anak kandungmu sendiri?” tanya kakekmu.

Lalu ibu jawab; “iyaa pak, Riska akan menikah dengan mas rian anak laki-laki riska ini pak.” Kakek lalu berpesan; Riska putriku, kamu baru boleh menikah lagi setelah 90 hari atau seusai masa iddahmu itu selesai sesuai dengan tuntunan ajaran agama kita agama Islam ini, dan apabila hal itu sudah menjadi pilihanmu bapak hanya bisa merestui, dan mendo’akan agar pernikahanmu yang kedua ini langgeng hingga hari tuamu nanti, dan menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah nduk.

Aamiin…aamiin ya rabbal alamin…
Aamiin mudah mudahan do’a bapak diijabah oleh Allah S.W.T, terima kasih banyak pak, bapak telah merestuiku untuk menikah lagi dengan anak laki-lakiku ini, yang juga cucu kandung bapak sendiri, ibu berkata demikian pada kakek mas rian suamiku sayang.

Kakekmu yang juga ayah mertuamu itu juga berpesan suamiku sayang agar kita berdua berkunjung atau sowan ke rumah kakek di bandung dalam 2 hari ke depan, ada beberapa hal yang akan kakek bicarakan dengan kita berdua ini anakku rian, suamiku tercinta.

Bu, kalau itu memang permintaan kakek, maka tidak ada salahnya apabila dalam 2 atau 3 hari ke depan kita berangkat menemui kakek di bandung, karena menurut rian ada hal-hal penting yang ingin kakek tanyakan pada kita berdua ini, sampai kakek meminta kita berdua untuk menghadap secara khusus 2 hari lagi riska sayang. Riska juga berpikir hal yang sama mas Rian, sebaiknya kita segera berangkat ke bandung menemui kakekmu besok atau lusa mas.

Nah sekarang ayo kita lepaskan kerinduan kita selama ini anakku sayang,sebelum kita berkemas esok atau lusa untuk menemui kakekmu di bandung. Yan, jujur ibu sudah lama sekali menantikan saat-saat seperti sekarang ini suamiku sayang, saat dimana kamu menyerahkan keperjakaanmu itu padaku, ibu kandungmu sendiri nak.

Cerita Dewasa Sedarah | Aku Riska yang telah melahirkanmu melalui vagina ku ini mas, dengan posisi yang nyaris sama seperti sekarang ini 22 tahun yang lalu, kini mas rian anak laki-lakiku yang keluar dari liang vaginaku, dan menghirup udara di dunia ini serta kurawat dan kubesarkan sepenuh hatiku dengan segenap rasa cintaku ini sebagai ibunya, sebentar lagi akan kembali ke dalam tubuhku ini dengan cara penismu itu akan kamu masukkan ke dalam vaginaku ini mas rian, yang tak lain dan tak bukan adalah vagina ibu kandungmu sendiri kata ibuku.

Jujur nak, selama ini saat kamu kuliah, dan berada jauh dariku ini, aku merasa kesepian mas rian. Sesekali hanya bisa kupandangi foto-fotomu yang ada di handphoneku, dan di album foto. Ibu benar-benar kangen ingin kembali melepas rindu bersamamu, dan menghabiskan setiap saat di dalam hidupku ini bersamamu, mas rian anakku tercinta.

Itulah sebabnya, Riska lalu mencari alasan agar dapat bercerai dari ayahmu Antok Suharmanto, sekalipun sebenarnya ayahmu berat hati untuk menceraikanku ini nak, tak lain, dan tak bukan penyebab utamanya adalah agar aku Riska Damayanti ibumu dapat menghabiskan seluruh waktuku di sisa usiaku ini bersamamu mas Rian anakku yang juga suamiku. Toh sekarang usiaku masih 43 tahun mas yan, masih cukup banyak waktu untuk melahirkan anak-anak kita yang juga buah cinta kita ini nanti anakku tercinta.

Walaupun kita berdua melakukan dosa besar pernikahan sedarah atau incest yang dilarang oleh agama yang kita anut ini yakni agama Islam, akan tetapi kita tetap tidak boleh meninggalkan kewajiban kita ini mas Rian Andrianto putraku yang sekaligus suamiku.

Kamu tetap harus membimbingku mamamu ini Riska Damayanti sebagai imamku dan juga imam dari anak-anak kita kelak mas, sebagaimana dulu ayahmu Antok Suharmanto yang membimbingku ini agar menjadi istri sekaligus ibumu yang shalihah nak.

Sebelum perceraikanku dengan mas Antok Suharmanto, ayahmu sempat berpesan padaku nak agar mendidikmu supaya menjadi anak laki-laki yang shalih agar dapat menjadi imam yang baik bagi istri, dan keluargamu kelak, papamu juga berpesan agar mama nanti menikahkanmu dengan seorang wanita yang shalihah.

Begini kutipan pesan dari ayahmu itu mas yan suamiku sayang, mama lalu menunjukkan secarik kertas yang ada tulisan tangan ayah padaku ini; “Riska istriku, aku dengan ikhlas menceraikanmu, akan tetapi didiklah Rian anak kita agar menjadi anak yang shalih, dan pada saatnya nanti, nikahkanlah yan dengan seorang perempuan yang shalihah agar kelak rumah tangga anak kita menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, tak lupa aku titip pesan pada rian jagalah Riska Damayanti ibumu ini, seumur hidupmu nak, bila kamu sudah berumah tangga nanti bawalah istrimu untuk tinggal bersama dengan mamamu itu, agar kamu dapat terus menjaga ibumu hingga akhir hayatnya nanti, papa pamit nak, mulai sekarang, aku Antok Suharmanto ayahmu akan meninggalkan kalian berdua, dan membina rumah tangga dengan istri keduaku di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kutinggalkan uang senilai Rp 218.000.000,- sebagai modal untuk Riska Damayanti mantan istriku ini untuk membuka toko sekaligus mencukupi kebutuhanmu Rian anakku, dan ibumu selama beberapa tahun ke depan. Apabila ternyata uang sebanyak itu masih kurang kamu boleh menjual mobil honda mobilio warna merahmu itu sebagai tambahan modal usaha. Ayah mengingatkan dari uang Rp 218.000.000,- yang ayah tinggalkan, sebanyak Rp 188.000.000,- pergunakanlah untuk membayar hutang-hutang ayah ini pada bank, sisanya sebanyak Rp 30.000.000,- dapat kamu pergunakan untuk membuka toko nak.

Sekian pesanku ini, semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali nak. Jaga dirimu, dan ibumu baik-baik nak, sebab ayah tidak akan pernah menemuimu lagi sesuai kesepakatanku dengan Riska Damayanti mamamu itu. Pesan ini kutuliskan sebagai pengganti percakapan kita secara langsung, karena terhitung semenjak tanggal 16-Maret-2011 ini aku secara resmi meninggalkanmu, dan ibumu untuk membina rumah tanggaku dengan Euis Alfiani istri keduaku ini di Pontianak, Kalimantan Barat, sekaligus mengembangkan usaha meubelku ini nak. Tertanda ayahmu, Antok Suharmanto.

Nah itulah pesan dari papamu itu mas Rian suamiku sayang, saat ayahmu berpesan agar aku menikahkanmu dengan wanita yang shalihah, dan memintaku untuk mendidik serta menjagamu dalam hati aku berjanji akan kulakukan, dan kupenuhi pesan ayahmu itu dengan sepenuh hati yan anakku tercinta.

Ayahmu tidak pernah mengetahui tentang kejadian saat di kamar kostmu di jogja setahun yang lalu, sebab ibu tidak pernah bercerita padanya nak, dan rencanaku untuk menikah denganmu mas Rian Andrianto, putraku tercinta. Tentu saja dengan kamu menikahiku dek Riska Damayanti, ibu kandungmu ini, kamu akan dapat melaksanakan pesan ayahmu Antok Suharmanto itu yan suamiku, anakku tersayang. Sebab dengan kamu menikahiku, maka kamu akan dapat menjagaku mamamu ini seumur hidupmu ini, sekaligus membahagiakanku hingga akhir hayatku ini mas Rian anakku tercinta.

Secara tidak langsung ayahmu menyetujui hubungan asmara terlarang kita berdua sebagai ibu, dan anak yan. Bahkan ayahmu secara tersirat mendukung agar kita dapat menikah secara resmi suatu saat nanti.
Ayahmu tidak pernah mengetahui bahwa nantinya satu-satunya perempuan yang shalihah yang akan menikah dengamu, tak lain, dan tak bukan adalah aku Riska Damayanti, mamamu sendiri mas Rian Andrianto.

Dalam hatiku bersorak kegirangan saat ayahmu berpesan seperti itu, dan lebih bersorak lagi ketika ayahmu mengatakan tidak akan pernah menemui kita berdua lagi.

Itu berarti sudah tidak ada lagi penghalang bagi kita berdua untuk menjalin hubungan asmara terlarang, antara ibu dan anak, bahkan yang ada mereka malah mendukung kita agar segera menikah secara resmi mas Rian anakku tersayang.

Mulai saat ini kamu harus memanggilku dengan panggilan dek Riska Damayanti, atau panggil saja aku Riska, walaupun aku adalah ibu kandungmu, namun semenjak sore ini akupun sudah menjadi istrimu mas yan, dan kelak akan melahirkan anak-anak kita yang juga cucuku ini, sekaligus buah cinta kita berdua.

Aku akan memanggilmu mas Rian Andrianto, atau mas yan semenjak sore ini anakku tercinta, meskipun kamu adalah putra tunggalku yang terlahir dari rahimku ini, namun semenjak sore ini kamu adalah suamiku, dan kelak akan menjadi ayah bagi anak-anakmu yang juga adik-adikmu, mas yan suamiku tercinta.

Riska benar-benar menjadi seorang ibu yang paling beruntung di dunia ini, sebab dapat menjadi istri dari anak laki-laki kandungnya, dan menerima baktimu padaku sebagai satu-satunya wanitamu di dalam hidupmu. Kamu, dan diriku adalah satu mas Rian anakku sayang.

Begitupun kamu akan menjadi satu-satunya anak laki-laki yang paling berbahagia di dunia ini, karena kamu dapat memilikiku, dan mencintaiku tak terbatas waktu sebagai ibumu sekaligus istrimu, sekaligus berbakti padaku seumur hidupmu nak.

Tak pernah kubayangkan hal ini akan terjadi dalam kehidupanku ini mas Rian anakku sayang. Tak terasa vaginaku sudah mulai basah, dan becek mas yan ku tercinta, menunggu momen masuknya penismu yang tegang, yang sedang kukocok dengan tangan kiriku ini yang semakin lama semakin bertambah besar nak. Oh pasti memek Riska ini terasa penuh mas yan saat nanti kamu masukkan kontolmu ke dalam memekku nak.

Demikianlah ungkapan perasaanku padamu mas Rian Andrianto, anakku sekaligus suamiku sayang. Sambil berkata demikian, ibuku kulihat memejamkan matanya, dan menggigigit bibir bawahnya yang menandakan ibuku telah dikuasai oleh nafsu birahinya.

Apakah kamu pernah mengukur panjang penismu, beserta diameternya anakku sayang, tanya ibuku padaku. Kujawab, belum pernah bu: “tetapi bila ibu ingin aku mengukurnya, aku akan mengukur panjang kontolku ini saat sedang ereksi seperti sekarang ini, detik ini juga dek riska sayang.” Karena apapun perintah darimu, aku akan berusaha melaksanakannya sesegera mungkin sebagai wujud baktiku padamu mamaku yang juga istriku tercinta.

Cerita Dewasa Sedarah | Ibu lalu melanjutkan perkataannya, “sebenarnya ibu tidak terlalu ingin tahu amat berapa ukuran penismu itu mas rian suamiku sayang, akan tetapi kalau kamu tidak keberatan, segeralah kamu ambil penggaris di kamarmu itu, dan bawalah penggaris itu kesini, nanti biar aku saja yang akan mengukur seberapa panjang penismu itu anakku sayang saat sedang ereksi, agar aku dapat mempersiapkan tempikku ini secara maksimal, dan merawatnya lebih baik lagi agar terasa rapat, dan sempit seperti memek seorang gadis yang masih perawan mas yan anakku sayang.

Aku, Riska Damayanti mamamu akan memberikan pelayanan yang terbaik padamu anakku sayang, agar pengalaman bersetubuhmu yang pertama kalinya ini menjadi pengalaman yang paling berkesan seumur hidupmu anakku sayang.

Riska mamaku, istriku tercinta, akupun akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayanimu agar kamu tidak pernah merasa kecewa, dan menyesal telah memilihku untuk menjadi suamimu sekaligus ayah dari anak-anak kita kelak mamaku tercinta, dengan pengalamanku yang masih minim tentang bercinta ini.

Aku mohon, dek Riska mau mengajariku bagaimana cara memuaskan nafsu birahimu yang besar itu ibuku tercinta. Bersediakah kamu mengajariku Riska Damayanti, mamaku sayang. Sengaja tetap kupanggil mama, dan kupanggil namanya agar aku tetap sadar bahwa orang yang sekarang menjadi istriku adalah mamaku, ibu kandungku sendiri.

Mama sedikit sewot saat aku memanggilnya mama, dan mama lalu berkata; “nak, berapa kali sudah kukatakakan bahwa bila kita sedang bercinta seperti sekarang ini, kamu jangan memanggilku mama, cukup panggil aku dengan namaku saja, kamu mengerti kan mas Rian.”

Jawabku: “iya aku mengerti mamaku sayang, istriku tercinta, tetapi izinkanlah aku memanggilmu mama agar aku dapat merasakan bahwa tubuh wanita yang kunikmati seumur hidupku ini, adalah tubuhmu, Riska Damayanti ibuku sayang.”

“Baiklah mama izinkan kamu untuk memanggilku mama mas Rian anakku sayang, apabila alasanmu seperti itu, mama bisa menerimanya, itu sama juga denganku yang tetap memanggilku anakku, agar kusadari bahwa aku kini telah menjadi istri putraku sendiri!!!”
Dek Riska sayang, aku pamit dulu mengambil penggaris, dan membawanya kemari agar dek Riska dapat segera mengukur penisku ini, sekaligus segera menikmati sodokan, dan tusukan penisku pada vaginamu itu mamaku sayang.

Aku lalu duduk, dan beranjak untuk menuju kamarku mengambil penggaris. Sebelum kulangkahkan kakiku keluar kamar, kusempatkan dulu untuk mencium vagina mamaku yang tembem yang terlihat jelas menerawang dari balik gaun tidur yang dipakainya, yang mana memek ibuku sudah benar-benar basah, dan becek, sehingga tercium aroma yang tajam dari vagina Riska Damayanti ibu kandungku ini.

Setelah itu kulangkahkan kakiku keluar kamar, dan bergegas mengambil penggaris di kamarku, lalu kembali lagi ke kamar mamaku.

Tak sabar rasanya hatiku ini untuk melepas keperjakaanku ini di liang vagina Riska Damayanti ibuku yang telah melahirkanku ke dunia ini.
Sesampainya di kamarku aku lalu membuka tasku, dan mencari-cari penggarisku, ternyata penggarisku kuletakkan di meja belajar saat tadi aku merapikan barang-barang bawaanku ini.

Kulihat jam di dinding kamarku, ternyata jam dinding telah menunjukkan pukul 14.30 w.i.b yang berarti sudah hampir 2 jam aku berada di rumah. Tak terasa sudah kuhabiskan waktu bersama mamaku untuk ngobrol ngalur ngidul, dan mencurahkan perasaan hati kami masing-masing, sekaligus meminta restu pada kakekku yang juga ayah mertuaku agar hubungan kami direstui selama hampir 2 jam.

Sekarang sudah tiba saatnya bagiku untuk mengakhiri keperjakaanku di liang memek mama kandungku sendiri. Kulihat penisku benar-benar telah ereksi maksimal, dan mengacung tegak seakan-akan meminta untuk segera dimasukkan ke dalam sangkarnya, liang vagina Riska Damayanti, ibuku sendiri.

Kebetulan suasana di luar rumah mendadak turun hujan, sehingga ini benar-benar menjadi momen yang paling pas untuk melepaskan perjakaku di dalam liang vagina mamaku ini. Alampun seakan mendukung persetubuhan terlarang antara aku dengan mamaku Riska Damayanti, sebab di luar sana hujan bertambah deras sehingga hawapun terasa bertambah dingin menusuk kulitku di tengah ketelanjanganku ini.

Seusai kuambil penggaris, kulangkahkan kembali kakiku ke kamar mamaku ini, tak lupa kukunci pintu kamarnya, dan kunyalakan lampu kamar mamaku itu.

Aku lalu duduk di ranjang, dan berkata pada ibuku; “ Dek Riska, ini sudah kubawa penggaris untuk mengukur penisku ini yang urat-urat penisku ini tegak maksimal, dan mengangguk angguk.

Dengan gemetar mamaku lalu menggengam penisku perlahan, dan memintaku untuk menyerahkan penggaris yang kubawa agar dapat mengukur penisku ini.

Mamaku lalu memintaku untuk duduk bersila di tepi ranjang, dan menyuruhku melebarkan kedua pahaku ini. Lalu perlahan mamaku turun dari tempat tidur, dan berjongkok di depan penisku, sambil tangan kanannya masih tetap menggenggam penisku yang masih berdiri dengan kokoh seperti tongkat. Ibuku lalu meletakkan penggaris yang dibawanya tegak lurus dengan posisi penisku ini,sambil ditempelkannya penggaris itu mulai dari ujung kepala penisku sampai dengan ke dekat buah zakarku ini.

Ternyata panjang penisku saat sedang ereksi mencapai 14 sentimemeter, kemudian mama lalu meletakkan penggaris yang dipegangnya tadi, dan diletakkan di kepala penisku dengan posisi sejajar, ternyata diameter kepala penisku ini mencapai 3,5 sentimeter.

Oh besar, dan panjang sekali kontolmu mas Rian Andrianto, anakku sayang, jauh lebih besar, dan panjang daripada kontol mantan suamiku yang juga ayahmu Antok Suharmanto nak. Kontol ayahmu tidak sepanjang, dan sebesar ini nak, ukuran kontol ayahmu saat ereksi kira-kira hanya 12 sentimeter, dan diameter kepala penisnya hanya sekitar 2,5 sentimeter, aku memang tidak pernah mengukur, dan mengetahui secara persis berapa sebenarnya ukuran penis ayahmu itu nak. Pasti penuh rasanya memekku ini saat penismu nanti bersarang di dalamnya mas yan suamiku tercinta ujar ibuku sambil menggigit bibir bawahnya.

Nyata sekali kalau ibuku sudah benar-benar menginginkan untuk kusetubuhi.
Selesai mengukur penisku ini, ibuku lalu duduk di sebelah kananku, dan iseng-iseng lalu kutangkupkan telapak tanganku ini, dan kuletekkan pada gundukan memek ibuku yang menggunung sambil kubelai perlahan, dan ibu mulai mendesis: “oh…ah…mas Rian kamu nakal iyaa mas, mulai merangsangku ini ceracau Riska ibu kandungku.”

Iya dong dek Riska Damayanti sayangku, ibuku yang juga istriku aku sengaja merangsangmu agar vaginamu semakin basah, dan becek, juga cairan kewanitaanmu yang keluar semakin banyak agar memudahkan serta melancarkan penetrasi kontolku yang masih perjaka ini saat kumasukkan ke dalam tempikmu sebentar lagi Riska mamaku sayang.

Dek Riska, kamu kan sudah mengetahui ukuran penisku ini, sekarang aku mas Rianmu ini hendak bertanya: “Apakah dek Riska pernah mengukur berapa kedalaman liang vaginamu itu, dan berapakah juga lebarnya?”
Tunggu sebentar iyaa nak, mama lalu memejamkan matanya, dan ingatan mama kembali ke masa lalu, masa dimana mama kecil. Pernah nak, saat itu Riska jatuh dari sepeda pancal sepulang dari sekolah, dan kurasakan perih di vaginaku ini, lalu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kakekmu lalu membawaku ini ke bidan.

Saat itu mama tidak berani bercerita, namun melihat mama berjalan tergopoh-gopoh dengan kaki yang kuseret menahan sakit pada tempikku ini. Hal ini lalu menimbulkan kecurigaan kakekmu nak, aku diminta untuk menceritakan apa yang terjadi sejujurnya, dan kuceritakan bahwasanya aku baru saja terjatuh dari sepeda, serta kurasakan sakit pada tempekku ini pak, penjelasanku pada kakekmu.

Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kakekmu, dan nenekmu lalu membawaku ke bidan. Setelah diperiksa oleh bu bidan dengan menggunakan alat dilator, ternyata tempikku tidak apa-apa nak, hanya ada sedikit robekan pada selaput daraku, namun hal ini akan sembuh dengan kukonsumsi obat yang diberikan oleh ibu bidan.

Kakek sempat khawatir begitu mengetahui selaput daraku ini sedikit robek, akan tetapi bu bidan menjelaskan hal ini tidaklah mengapa pak, Riska tetap perawan, karena selaput dara yang robek akibat jatuh dari sepeda, dengan akibat berhubungan suami istri itu lain bentuk, dan jenis lukanya pak, demikian penjelasan ibu bidan pada kakekmu.
Bapak tidak usah khawatir putri bapak memiliki ukuran vagina yang normal dengan kedalaman sekitar 8,7 sentimeter, dan lebar pada liang vagina 2,8 sentimeter, itu masih termasuk ukuran normal vagina pada perempuan pak, bu, yang mana rata-rata ukuran normal vagina pada perempuan itu adalah sekitar 9,6 sentimeter dengan variasi antara 6,5 sentimeter-12,5 sentimeter, dan ukuran normal lebar pada liang vagina adalah sekitar 2,1 sentimeter-3,5 sentimeter, namun saat berhubungan sex maka lebar liang vagina dapat melebar dengan elastis seperti karet pak, bu bidan menjelaskan tentang anatomi kedalaman, dan lebar vagina dalam keadaan normal.

Cerita Dewasa Sedarah 2018 | Kakek, dan nenekmu yang mendengar penjelasan bu bidan hanya manggut-manggut saja nak.
Saya akan berikan resep antibiotik kunir yang diparut dan diseduh dengan diberi sedikit air, dan gula yang diminum 3× sehari, insya’ Allah nantinya luka pada selaput dara Riska putri bapak akan sembuh dalam 3-4 hari pak. Terima kasih atas pertolongannya bu bidan, alhamdulillah setelah mendengar penjelasan bu bidan tadi saya, dan istri saya ini lega rasanya demikian kata kakekmu berterima kasih pada bu bidan.

Setelah itu kami bertigapun aku, kakekmu, dan nenekmu lalu pulang ke rumah, dan kukonsumsi resep dari bu bidan, alhamdulillah luka pada selaput daraku ini berangsur sembuh mas Rian anakku sayang, sehingga pada saat pernikahanku dengan mantan suamiku mas Antok Suharmanto, pada malam pengantin aku tidak mengecewakannya, walaupun hanya sedikit selaput daraku yang terkoyak oleh penetrasi penis ayahmu itu, dan sedikit sekali darah yang keluar aku tidak mengecewakan ayahmu, beruntung ayahmupun mengetahui bahwa selaput daraku ini termasuk selaput dara yang elastis, dan agak tebal sehingga tidak mudah koyak.

Kamu jangan kecewa iya mas Rian Andrianto anakku sayang, walaupun kamu tidak akan pernah mendapatkan keperawananku ini, akan tetapi akan berusaha kurawat vaginaku ini sebaik-baiknya, agar kamu dapat merasakan sensasi vagina ibumu yang sempit, dan menjepit dengan kencang sama seperti vagina gadis perawan, dek Riska Damayanti akan sering melakukan senam kegel dan mengonsumsi jamu sari rapet, agar kamu betah menyetubuhiku istrimu yang juga ibu kandungmu sendiri seumur hidupmu, dan kamu tidak akan pernah berpaling pada wanita lain, cukup tubuhku saja yang kamu nikmati sepanjang usiamu itu mas Rian anakku sekaligus suamiku tercinta.

Kamu juga harus merawat kesehatan penismu itu mas, agar penismu dapat terus memuaskan vaginaku, vagina mama kandungmu dengan cara disabun yang bersih setiap hari, dan jangan terlalu sering melakukan onani atau masturbasi yang dapat menimbulkan lecet, dan luka pada penismu.

Apabila kamu memang sedang ingin berhubungan sex, katakanlah padaku nak, aku Riska Damayanti ibumu akan melayanimu dengan sepenuh hatimu, kecuali saat aku sedang datang bulan nak. Kita berdua juga tidak boleh terlalu sering berhubungan seks, ingat dalam seminggu maksimal hanya boleh 3x nak, sebab apabila lebih dari itu maka akan menimbulkan iritasi, dan luka pada kelamin kita ini sayangku (Bersambung)

Baca lanjutan dari cerita dewasa sedarah diatas DISINI.

Distibutor Vimax Extender

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*